Spek Fifa 20 Paling Minimum

by m88
1 comment
Spek Fifa 20 Paling Minimum

Spesifikasi yang diberikan oleh pihak EA cukup bersahabat untuk beberapa PC user. Sebab, minimum spesifikasi yang mereka patok tidak terlalu berat untuk “beberapa” orang.

Berikut Informasi spesifikasi fifa paling minimum dan spesifikasi rekomendasi dari fifa selengkapnya.

Spek Fifa 20 Paling Minimum

OS: 64-bit Windows 7/8.1/10
Processor (AMD): Phenom II X4 965 or Equivalent
Processor (Intel): i3-2100 or Equivalent
Memory: 8 GB
Graphics card (AMD): Radeon HD 7850 or Equivalent
Graphics card (NVIDIA): GeForce GTX 660 or Equivalent
Online Connection Requirements: 512 KBPS or faster Internet connection
Hard-drive space: 50 GB

Spesifikasi Rekomendasi FIFA 2020

OS: 64-bit Windows 10
Processor (AMD): Athlon X4 870K or Equivalent
Processor (Intel): i3 6300T or Equivalent
Memory: 8 GB
Graphics card (AMD): Radeon R9 270X or Equivalent
Graphics card (NVIDIA): GeForce GTX 670 or Equivalent
Online Connection Requirements: Broadband Connection
Hard-drive space: 50 GB

Mainkam Game Favorit Kamu di kkbandar.website

Spek Fifa 20 Paling Minimum

Sekilas Tentang Fifa VS Pes

Lisensi adalah momok menakutkan lain dari FIFA. Konami harus mundur teratur saat berbicara tentang lisensi. Penyebab FIFA begitu menggurita karena banyaknya klub dan liga yang telah mereka pegang lisensinya.

Pada FIFA 2016 saja tercatat ada 30 liga dan lebih dari 650 klub. Itu belum termasuk tim nasional baik timnas putra ataupun putri. Hampir seluruh liga-liga besar di Eropa dan Amerika sudah dipegang lisensinya oleh EA Sports. Wajar jika mereka digemari para gamers, karena pilihan klub yang semakin banyak.

Coba bandingkan dengan PES yang hanya memiliki sembilan liga. Untuk mengakalinya, WE membeli lisensi ketengan satu per satu ke tiap klub. Keunggulan PES adalah mereka memiliki lisensi turnamen Liga Champions, Europa League, Liga Champions Asia, dan Copa America.

Dominasi lisensi tak lepas dari kedekatan hubungan EA Sports dan lembaga sepakbola tertinggi di dunia, FIFA yang sudah terjalin 23 tahun lamanya. EA Sports-lah yang kali pertama menyadari pentingnya membeli lisensi untuk sebuah game. Kesuksesan membeli lisensi NHL ingin diulang di sepakbola. Dengan lisensi itu EA Sports bebas memakai nama pemain, stadion dan tim NHL untuk game mereka.

Pada 1993, Direktur Eksekutif, Matt Webster sengaja diterbangkan ke Zurich, Swiss guna mendatangi markas FIFA langsung. “Saat membahas nama game, muncul nama EA Soccer. Tapi jika merunut tradisi EA Sports, maka kami harus meminta izin terlebih dulu ke asosiasi resmi, dalam hal ini FIFA,” kata dia.

Kala itu, Webster berjumpa dengan Sekretaris Jendral FIFA, yang masih dijabat oleh Sepp Blatter. Setelah beberapa kali pertemuan, kesepakatan terjadi. Setelah Blatter terpilih jadi presiden FIFA, maka hubungan EA Sports dan FIFA semakin erat.

Kontrak selalu diperpanjang dan tak pernah putus. Tahun 2013 lalu, EA Sports sepakat melakukan hubungan jangka panjang hingga 2023. Posisi EA Sports yang termasuk dalam jejaring dari Blatter wajar membuat Konami kelabakan.

Di sisi lain, hubungan dengan Blatter ini juga membuat EA Sports selalu gagal mendapatkan lisensi UEFA Champions League. Keputusan Presiden UEFA, Michale Platini yang memberikan lisensi itu ke Konami tak lepas dari sisi politis. Semua tahu Platini adalah musuh dari Blatter.

Lepas dari dominasi kepemilikan lisensi, Konami kini sudah tertinggal jauh oleh EA Sports. Mengejarnya teramat sulit. Terlebih jika melihat kondisi internal Konami yang semrawut pasca ditinggal direktur produksi, Hideo Kojima, akhir tahun lalu.

Meski begitu Konami tetap berani bersaing dengan EA Sports. Banyak yang memuji tampilan grafis PES 2016 lebih baik ketimbang FIFA 16. Bulan September ini, keduanya merilis versi terbaru 2017. PES 2017 kembali dipuji karena memilik grafis lebih baik ketimbang FIFA 17. Ini tentu ironi karena tahun ini EA Sports memakai engine Frostbite agar grafis bisa lebih detail

Dari segi fitur, PES membenahi first touch tiap pemain dan presisi operan, selain itu pergerakan natural pemain mencari ruang akan ditambah demi membuat game lebih susah dimainkan dan realis seperti bermain sepakbola nyata. Fitur-fitur ini sudah sayangnya sudah jauh-jauh hari dilakukan oleh FIFA.

Satu hal membuat FIFA unggul dari PES adalah fitur kreatif mereka. Pada FIFA 17, mereka membikin fitur “The Journey”. Gamer memainkan peran sebagai Alex Hunter dan memulai karir sepakbola dari level amatir. Berbeda dengan carier mode, di sini gamer tidak hanya memainkan Hunter di lapangan, segala kehidupan Hunter di luar lapangan bisa dimainkan oleh gamer – mirip seperti tokoh di The Sim atau The Harvest Moon.

Dunia kini sudah merubah, saat Winning Eleven menggerus FIFA pada dekade 90-an, FIFA unggul gameplay dan WE menang di fitur. Dan masyarakat lebih memilih fitur ketimbang gameplay.

Sekarang kondisi itu di balik, dalam beberapa tahun terakhir para pengamat sepakat bahwa PES unggul dari sisi gameplay, namun FIFA menawarkan pengalaman yang lebih baik kepada para gamer, alhasil PES pun ditinggalkan. Sebuah pelajaran dipetik dari persaingan Konami dan EA Sports adalah dalam industri bisnis meniru kompetitor bukan sesuatu aib. Itu adalah solusi untuk menjungkalkan lawan.

You may also like

1 comment

mansion88 December 3, 2019 - 6:44 am

Hi there, I found your website via Google while searching
for a comparable subject, your web site got here up, it seems to be good.

I’ve bookmarked it in my google bookmarks.
Hi there, simply was alert to your weblog via Google, and located that it’s truly informative.
I’m going to be careful for brussels. I will appreciate
if you continue this in future. A lot of people can be
benefited out of your writing. Cheers!

Reply

Leave a Comment